Geostrategi : Kompetensi Unggulan Indonesia

Oleh : Dimas Imam Muslim Ar Rosyid (1710631180052)

Dibuat untuk memenuhi Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Geopolitik dan Geostrategi Indonesia

Dosen: Prilla Marsingga S.Sos. M.I.Pol

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN
TAHUN 2019

Pemerintah perlu menentukan kemampuan strategis minimal dan esensial agar Indonesia dapat mencapai visi PMD, katakan pada tahun 2045. Peran lembaga-lembaga intelijen negara, Antara lain Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sangat vital, untuk memberikan informasi terkait faktor yang menghambat, atau bahkan potensial menggagalkan rencana besar tersebut.
Pemerintah perlu melakukan penilaian terhadap sumber daya nasional yang akan didayagunakan dan sumber daya yang bisa dimanfaatkan sebagi peluang. Paradigma ini dikenal dengan terminologi inside-out, seperti dicontohkan Singapura dan Sri Lanka, dua negara yang minim sumber daya alam, namun mampu memanfaatkan posisi geografisnya yang sangat strategis. Selain itu, pemerintah dapat pula memilih sumber daya yang sengaja diciptakan dengan memanfaatkan potensi bangsa lain sehingga tercipta peluang baru. Paradigma ini dikenal dengan sebutan outside-in, seperti dilakukan Korea Selatan yang juga minim sumber daya alam tapi mampu menunjukkan kehebatannya sebagai salah satu negara pembuat kapal besar dunia.
Setelah tujuan (ends) ditetapkan dan sumber daya (means) teridentifikasi, pemerintah segera mencari metode atau cara (ways) untuk memanfaatkan sumberdaya nasional tersebut sehingga sebagai visi bangsa, PMD juga sekaligus dapat di formulasi sebagai strategi dalam rangka merespons fenomena pergeseran pusat gravitasi politik dan ekonomi yang kini lebih terpusat ke kawasan Indo-Pasifik.
Secara geopolitik, kompetensi unik bangsa Indonesia adalah pada letak geografi yang berada di silang dunia, populasi yang besar (sekitar 260 juta jiwa) yang akan memasuki era bonus demografis dan jumlah middle class yang relatif besar (empat puluh juta orang), serta sumber daya alam yang melimpah. Tiga kompetensi itu adalah kompetensi dengan nilai yang tertinggi dari sejumlah kompetensi lain. Indonesia adalah bangsa yang beruntung dengan dikaruniai ketiga kompetensi tersebut.
Letak geografi Indonesia berada tepat di tengah center of gravity dunia saat ini yaitu Indo-Pasifik. Terminologi Indo-Pasifik dikenalkan oleh ahli biologi kelautan. Di kawasan ini kebetulan memiliki tiga ribu spesies ikan, yang merupakan kawasan dengan biota laut terkaya di dunia.
Secara geopolitik, Indo-Pasifik merupakan ekstensi dari kawasan Asia-Pasifik dengan menambah India sebagai hegemon kawasan Asia Selatan dan Amerika Serikat (yang diwakili oleh armada terbesarnya, US Indo-Pacific Command yang ber- markas di Hawai) untuk mengimbangi kebangkitan China.
Sejak tahun 2007, India telah menyerukan kerja sama pertahanan dengan tiga kekuatan besar, yaitu Amerika Serikat, Jepang dan Australia yang disebut dengan the Quadrilateral Defense Dialogue atau disingkat the Quad. Sejak tahun 2007 pula atensi India pada politik di Asia Pasifik meningkat, dengan kebijakan Look East (1991) dan kemudian direvisi menjadi Act East (2014)
Rivalitas yang akut dengan China, membuat India sengaja untuk tidak bergantung kepada China baik secara ekonomi dan teknologi. Kebijakan Act East India lebih kepada menjalin hubungan yang lebih erat dengan Jepang, sebagai sumber investasi asing ke India.
Bagi Indonesia, dinamika politik kawasan tersebut meningkatkan posisi tawar karena secora literal posisi Indonesia berada di tengah-tengah Indo-Pasifik, walau atensi the Quad adalah pada China. Indonesia bisa memilih untuk tetap netral dan menjadi pemimpin diplomasi ASEAN atau memihak ke China atau the Quad.
Sementara dari segi demografi, jumlah total populasi Indonesia adalah sekitar 260 juta penduduk. Indonesia adalah negara berpenduduk terbanyak nomor empat di dunia.  Indonesia akan mengalami bonus demografi beberapa tahun ke depan, di mana jumlah usia produktf yang bekerja akan lebih banyak daripada usia penduduk pada umumnya. Indonesia diprediksi akan mulai menikmati bonus demografi pada tahun 2020 hingga mencapai puncaknya pada tahur 2030 atau tahun 2040. Besarnya penduduk usia produktif ini akan menjadi modal pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa datang.
Selain itu, dengan populasi yang besar, konsumsi domestik pun menjadi besar. Apalagi konsumsi rumah tangga memberi andil lebih dari 55 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Saat ini jumlah kelas menengah di Indonesia tercatat 40 juta jiwa dari total penduduk 260 juta jiwa. Pada 2045 mendatang, penduduk Indonesia lompok kelas menengah diproyeksikan akan menembus dua ratus juta jiwa dari 360 juta penduduk Indonesia. Kelompok ini dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sementara dari segi sumber daya alam, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbehtuk pegunungan yang kaya akan mineral. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti minyak bumi, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang mencapai 5,8 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar. Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya. seperti biji kopi, coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak di antaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.
Dari sektor perikanan tangkap, potensi ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai AS$ 82 milyar per tahun. Potensi lestari sumber daya ikan laut Indonesia sebesar 6,5 juta ton per tahun tersebar di perairan wilayah Indonesia dan perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) yang an utama Indonesia.
Jika disarikan dalam kompetensi inti Indonesia, maka diusulkan kompetensi unggulan nasional adalah sebagai berikut: Pelabuhan laut internasional. Lokasi Indonesia di silang dunia seharusnya memberi peluang Indonesia untuk membangun global transhipment port alternatif dari Pelabuhan Singapura. Kawasan Ekonomi Eksklusif (KEK). Dengan jumlah penduduk produktif yang melimpah, Indonesia harus memanfaatkannya dengan mendirikan KEK seperti di China. KEK tersebut disarankan dibangun dekat dengan pelabuhan laut, sumber pembangkit listrik dan jalur distribusi darat yang lokasinya dekat dengan jalur pelayaran dunia. Sumber daya mineral. Dengan banyaknya deposit sumber daya mineral, Indonesia perlu mengelola penambangan mineral secara profesional agar mampu menghasilkan pendapatan nasional yang signfikan. Sumber daya perikanan. Indonesia telah menjadi produsen ikan tangkap terbesar kedua setelah China. Namun dengan dukungan pemerintah, industri ikan tangkap Indonesia masih bisa lebih besar lagi menjadi yang terbesar di dunia. Perkebunan. Indonesia juga telah berhasil menjadi penghasil minyak kelapa sawit terbesar dunia. Namun potensi usaha perkebunan Indonesia masih dapat ditingkatkan lagi, seperti untuk komoditas karet, kopi, teh, dan lain sebagainya.
Pemerintah Indonesia perlu untuk mengikuti sistem MITI di Jepang dan Korea Selatan, di mana ada badan pemerintah yang ditunjuk sebagai master plame untuk meningkatkan eks por perusahaan nasional. Badan pemerintah ini dapat berupa badan baru yang memandu strategi pengembangan industri BUMN dan swasta nasional agar mampu tampil sebagai pemain global.

Opini Penulis :
Dari sejumlah Kompetensi yang sudah dijelaskan diatas pemerintah perlu memilih sedikit di antaranya untuk menjadi kompetensi unggulan yang dapat mengantar bangsa ini menuju kemakmurannya. Tentunya pemilihan kompetensi unggulan iniakan sangat dilematis, dan cenderung subjektif. Pada akhirnya akan membutuhkan keberanian pemerintah untuk mengambil keputusan.
Kemudian, Indonesia harus bersyukur atas melimpahnya sumber daya yang dimiliki. sumber daya tersebut harus bisa dikelola secara maksimal oleh pemerintah maupun perusahaan perusahaan nasional (BUMN) dan bukan malah dikelola oleh perusahaan asing.
Setelah pengelolaan yang baik dilakukan oleh pemerintah maupun perusahaan nasional, selanjutnya pemerintah harus bisa menekan impor dan meningkatkan ekspor dilihat dari kekayaan sumber daya melimpah yang ada di Indonesia bisa juga dimanfaatkan sebagai sebuah penghasilan dalam negeri dengan mengekspor sumber daya yang dalam negeri. misalnya di sektor perkebunan seperti Kopi, Karet cengkeh dan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.
Hal ini dilakukan agar Indonesia dapat menjadi sebuah negara yang mandiri dan berdiri diatas kakinya sendiri dan tidak selalu bergantung dengan negara lain sesuai dengan visi Poros Maritim Dunia (PMD) yang ingin menjadikan negara Indonesia ini sebagai negara yang mandiri.

Sumber : Untung S., Montratama., dan Sulaiman. 2018. Indonesia Inc Peta Jalan Menuju Poros Maritim Dunia. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo